Sitanggang Brother Ini Diskusi Ringan di Upar Samosir

Marcopolo Sitanggang, ST bersama Ketua Pospera Kabupaten Samosir Maringan Sitanggang, ST

SITANGGANG.net

Dua pria ber Marga Sitanggang melakukan diskusi ringan sembari menikmati minuman Khas Batak Tuak di Upar Desa Lumban Pinggol Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, Jumat Sore (19/06).

Keduanya terlihat santai namun serius membahas dinamika sosial politik yang sedang mengalir di Samosir. Dalam alunan diskusi, sesekali tampak keduanya menyeruput tuak dengan perlahan.

Tendengar sayup-sayup namun gamblang pembahasan mereka. 'Etika Politik' menjadi topik penambah kehangatan dalam ruang iklim yang cukup dingin.

"Sikap, moral dan nilai dalam berpolitik adalah etika politik yang mesti dijunjung tinggi. Moralitas itu menjadi roda menuju politik yang bermartabat," kata Maringan Sitanggang, ST memecah keheningan di awal diskusi itu.

Raut wajahnya cukup serius. Keningnya sedikit mengerut menggambarkan banyak hal yang ingin disampaikan. Menurutnya, etika politik akan terdegradasi karena adanya absurditas para elite politik yang hanya menitikberatkan kekuasaan sebagai tujuan.

"Apalagi seperti model politikus kutu loncat yang tak pernah peduli tentang dampak sosial di tengah masyarakat. Politik itu akan beretika jika tujuannya untuk mengubah ke arah yang lebih baik dan bukan semata-mata untuk berkuasa. Apalagi bila menempatkan politik sebagai aktivitas pertukaran yang saling menguntungkan," kata Ketua Pospera Kabupaten Samosir ini.

Sementara, di sela diskusi tersebut, Marcopolo Sitanggang mengatakan, Etika Politik adalah dua kata, diantaranya Etika dan Politik.

"Maka kedua kata itu memiliki masing-masing arti. Etika adalah acuan moral sementara politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan yang ada di masyarakat melalui sebuah proses dan berkaitan dengan tatanan kenegaraan. Jadi kalau etika politik adalah, moralitas politik," katanya sambil senyum-senyum.

Menanggapi politikus kutu loncat, Pria yang mengklaim dirinya tampan ini kembali mengatakan, bahwa kutu loncat terbagi dua kata, yakni kutu dan loncat.

"Kutu itu penghisap darah, sementara loncat itu berpindah. Kutu yang suka berpindah tempat. Dimana ada makanan, ya kesitu sang kutu," kata Marco tampan sambil tertawa. (*)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Sitanggang

Sitanggang merupakan Situs Berita Online seputar Tapanuli dan sekitarnya yang menyuguhkan informasi dengan gaya tersendiri
    Komentar