Kabur Dari Kebun Binatang, Dua Beruang Ini Terpaksa Disuntik Mati

Beruang Cinderella dan Putri Salju sebelumnya berfoto di kebun binatang Whipsnade, sebelum berakhir dengan peluru suntik mati pada hari Jumat | metro.co.uk

SITANGGANG.net

Dua beruang betina terpaksa ditembak dengan peluru suntik mati setelah melarikan diri dari kandang mereka di kebun binatang Bedfordshire. Peristiwa itu membuat karyawan di kebun tersebut sedih.

Putri Salju dan Putri Tidur nama kedua beruang tersebut dilaporkan ditembak setelah memanjat pohon yang tumbang karena angin kencang kemudian menyerang babi hutan jantan dan orang-orang disekitarnya.

Pihak Kebun Binatang Whipsnade, di Dunstable, mengatakan tidak punya pilihan selain membunuh hewan karena 'ancaman langsung bagi kehidupan manusia'. Situasinya saat itu sangat genting.

"Karena beruang coklat adalah predator yang kuat dan berbahaya, prioritas pertama kami adalah keselamatan," kata Kepala Pengawas kebun binatang, Malcolm Fitzpatrick seperti dilaporkan metro.co.uk, Sabtu (22/05).

'Kita harus segera membuat keputusan berdasarkan pengalaman dan keahlian kita untuk melindungi orang, tamu, dan hewan kita yang lain," lanjutnya.

Obat penenang menurut Fitzpatrick, dianggap tidak efisien karena membutuhkan waktu hingga 20 menit untuk bekerja.

"Selama waktu itu beruang-beruang itu tidak dapat diprediksi dan justru bertambah agresif," katanya.

"Kami harus segera turun tangan untuk memastikan beruang tidak keluar dari kandang babi hutan, yang berpagar rendah," tambahnya. 

Sementara, seekor beruang coklat yang ketiga yang tidak meninggalkan kandang diamankan dalam ruangannya kemudian pohon yang tumbang singkirkan.  

Kendati demikian, Fitzpatrick mengatakan akan ada penyelidikan penuh atas peristiwa tersebut.

"Sebagai penjaga kebun binatang dan penjaga hewan, situasi ini adalah sesuatu yang kami latih untuk dihadapi melalui latihan rutin dan ketat. Tetapi kami selalu berharap kami tidak akan pernah harus melakukannya," katanya.

Dirinya mengaku sangat terpukul atas peristiwa itu. Namun, menurutnya apa yang dilakukan pihaknya adalah untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut.

"Penjaga kebun binatang kami berpengalaman, ketika berada di tempat kejadian dalam beberapa menit, segera menilai situasinya dan setuju bahwa satu-satunya pilihan adalah melumpuhkan beruang," katanya.

"Tidak ada yang ingin menjadi orang yang melakukan perintah itu, tetapi ketika ada ancaman langsung terhadap kehidupan manusia, keputusan harus dibuat. Rekan-rekan yang terlibat hari ini telah mengalami situasi mengerikan," lanjutnya.

Dia berharap siapa saja agar tetap mendukung mereka dalam beberapa minggu mendatang saat mereka mengalami kejadian ini.
Lebih baru Lebih lama