Kekuatan Dibalik Kasih Sayang Ibu

Sitanggang Pos

Ibu adalah sebuah kata yang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari saya memanggilnya dengan sebutan mamak. Ibuku boru Nainggolan kini sudah berusia menjelang 60 tahun namum tetap penuh semangat menjalani roda kehidupan ini seolah masih muda.

Bukan cuman sudah tua, Ibuku juga telah ditinggal bapak untuk selamanya sejak tahun 2016 lalu. Peran ibu sebagian besar membentuk karakter diriku. Ibu membesarkan anak-anaknya dengan modal holong (kasih). Ibu membentuk kami menjadi sebuah pola yang salin bertautan. Ada hubungan batin antara Ibu dan anaknya. 

Menurutku, Ibu kerap menjadi pelampiasan sebuah kesalahan, meski tidak terlalu menjadi persoalan namun tetap saja membuat kita miris. 

Saya sering mendengar, ketika seorang anak dinobatkan oleh orang sekitarnya sebagai anak nakal atau barangkali menjadi anak yang kurang pintar di sekolah, maka bapak atau ayah akan mengatakan, "ima anak mi, sai pina manja-manja ma" (itulah kalau terlalu sering kau manjakan-red).

Namun sebaliknya, andai seorang anak itu memiliki prestasi yang baik. Maka sang ayah akan mengatakan, "ima anak hu, anak ni amangna" (itulah anak bapaknya-red).

Kekuatan seorang ibu terletak pada kasihnya. Kasih sayang seorang ibu bisa menjadi kekuatan bagi anak-anaknya. Bagiku, ibu adalah wanita pertama terbaik di dunia ini.

Ibu menjadi pendengar budiman bagi kami. Jika ada masalah, maka orang yang pertama menjadi pelabuhan pengaduan adalah ibu. Meski kadang tak paham persoalan yang menimpa anak-anaknya, seorang ibu akan berusaha mencari solusi terbaik tentunya dengan kekuatan tadi, yaitu kasih sayang.

Mungkin kita sering menganggap bahwa pelindung utama dalam keluarga adalah ayah. Namun, berdasarkan pengalaman, justru Ibulah pelindung utama. Bukan tanpa alasan, karena ibu menjadi orang yang paling banyak memiliki waktu bersama anak-anaknya. Jika ayah, sebagaimana kodratnya tentu akan mencari "sesuap nasi" bagi keluarga sehingga waktunya sering berada di luar.

Wanita pertama yang siap begadang demi anak-anaknya adalah ibu. Saya menyadari bahwa ibu akan selalu siap mengganti popok, memberi minum susu, menjaga dari serangan nyamuk dan lainnya di malam hari.

Ibu adalah manusia ciptaan Tuhan yang sungguh baik. Rahim nya menjadi sebuah tempat membentuk kehidupan yang dianugerahkan Tuhan. Dia juga merasakan sakit teramat ketika melahirkan. Jasanya luar biasa.. Horas dan salam sayangku Omak. Love u Forever. Tuhan memberkatimu. 

Oleh: Marcopolo Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Sitanggang

Sitanggang merupakan Situs Berita Online seputar Tapanuli dan sekitarnya yang menyuguhkan informasi dengan gaya tersendiri
    Facebook Comment