Ketika Anak Kecil Melakukan Kesalahan, Ini Yang Harus Dilakukan

Naomi Sitanggang | Anak kecil/ Ilustrasi
Sitanggang Pos 

SAMOSIR - Seorang anak sangat identik dengan sifat egois. Anak kecil akan sangat sulit meminta maaf jika melakukan kesalahan, sekalipun kesalahan itu tertangkap basah oleh orangtuanya sendiri.

Maka terkadang, ketika orang dewasa melakukan kesalahan dan sulit meminta maaf tidak jarang disebut sebagai 'anak kecil'.

Sebagai orang tua, kita pasti sering melihat kondisi yang demikian. Dimana anak kita sungkan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Anehnya, mereka (para anak kecil) justru mencari 'kambing hitam' atau menyalahkan orang lain.

Mendidik anak menjadi orang baik sesuai dengan keinginan kita bukanlah tugas yang mudah. Orangtua seringkali jengkel dibuat. Namun perlu diketahui, mendidik dengan cara-cara keras (ekstrim) juga sangatlah tidak baik. Itu akan sangat berdampak kepada psikologi anak.

Mendidik anak membutuhkan kesabaran, keteladanan, serta penanaman nilai-nilai positif. Ada hal yang sangat perlu dikenalkan bagi anak mulai ia kecil, yaitu sikap meminta maaf dengan tulus ketika melakukan kesalahan.

Persoalannya sekarang, bagaimana caranya?

Kemanjaan anak sangat berpengaruh pada kondisi sikapnya. Untuk itu memanjakan anak juga tidak baik. Hal itu akan berpengaruh pada karakternya. Ketika melakukan kesalahan, jangan pernah membiarkannya.

Lalu, apakah harus dimarahi?

Memarahi anak juga tidak dibenarkan jika konteksnya dalam bentuk 'kekerasan', seperti membentak, memukul dan lain sebagainya.

Menurut peneliti, memberikan pengetahuan tentang mengakui dan menyadari atas kesalahan yang diperbuat sang anak dapat dilakukan dengan cara komunikasi verbal secara Aktif.

Kecerdasan Emosi Sosial anak akan berkembang dengan baik jika dimulai dari lingkungan keluarga sendiri. Dan itu harus dilakukan secara kontiniu hingga anak menguasainya.

Ketika anak baru saja melakukan kesalahan, jangan langsung memintanya meminta maaf. Akan tetapi ajaklah mereka berdiskusi tentang perilaku yang mereka buat. Terangkan dengan lembut dan beri pegertian bahwa yang dilakukannya telah merugikan orang lain.

Tentunya komunikasi pembelajaran yang diberikan akan lebih bermanfaat dari kata maaf. Jika itu berhasil, maka anak tidak akan melakukan kesalahan tersebut tidak diulangi lagi.

Oleh: Marcopolo Bapak Naomi Yang Baik
😁😁😁😁
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Sitanggang

Sitanggang merupakan Situs Berita Online seputar Tapanuli dan sekitarnya yang menyuguhkan informasi dengan gaya tersendiri
    Komentar