Raja Sitanggang: Na Siat Mar Pangidoan, Begini Rupanya

Gunung Pusuk Buhit | ist

SITANGGANG.net

Na siat mar pangidoan, kalau di artikan dalam bahasa indonesia, yang mau menerima permintaan, atau barangkali dalam bahasa anak Medan, dengar lalu pikirkan.

Ya, begitulah, esensinya adalah sesuatu yang harus dipikirkan. Jangan karena ujuk-ujuk untuk menempatkan diri lebih daripada wow, atau apalah jadi sok, bahkan tak tahu diri. 

Nasiat marpangidoan adalah bahasa klausal yang Ompung ku dulu sering bilang samaku. Jadi, kalau ada yang mengadu, atau bercerita, dengarkan dan balas supaya mereka menjadi nyaman dan senyaman nyaman nya. 

Jikalau kita itu pemimpin, kalau drama china, Kaisar lah kita. Omon omon donk kalau hanya bicara tak tentu output nya..😄

Tak harus jadi pemangku jabatan, tak harus istimewa, sosok ini hanya orang yang mungkin hanya mau mendengarkan, anggota keluarga yang sabar, atau seseorang di sekitar kita yang tidak pernah lelah membantu.

Terkadang, bukan soal bantuan, tapi karena kepedulian. Terkadang, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga perasaan bahwa ada seseorang yang peduli.

Ngga semua bisa dipenuhi 'Sang Raja' ini. Tapi yang pasti, ketulusan akan tetap berusaha memberikan yang terbaik, entah itu bantuan nyata, nasihat, atau sekadar waktu untuk mendengarkan atau bahkan membalaskan sesuatu yang mungkin kehendaknya. 

Kita bantu, kita balas, bukan karena pujian, tapi karena kegerakan.... Atau barangkali macam butuh pujian? bukan, tak lah seperti itu Klan kami...

Yang pasti, kebaikan tidak selalu harus wow atau tiktoker punya. Kadang-kadang, kebaikan itu hanya berupa kesediaan untuk mendengar, memahami, dan menerima permintaan orang lain dengan hati yang lembut.

Dunia tak akan berubah karena satu kebaikan kecil. Namun kebaikan adalah bibit perubahan. Tuhan Yesus Kristus mengubahkan.
أحدث أقدم